Dhamma itu Indah pada awalnya, Indah pada Tengahnya, dan Indah pada Akhirnya...

Wednesday, 19 October 2011

KATHINA NASIONAL



UNTUK PERTAMA KALINYA PERAYAAN KATHINA NASIONAL
AKAN DIHADIRI PULUHAN ANGGOTA SANGHA DARI KOTA MEDAN & TINGKAT NASIONAL

Bhikkhu Jinadhammo Mahathera
Bhikkhu Nyanasuryanadi Mahathera
Bhikkhu Ariyakusalo Mahathera
Bhikkhu Punna Jato
Bhikkhu Khemanando
Bhikkhu Thitapanno
Bhante Pannasami
Bhikkhu Thanavaro
Bhikkhu Bhadrajagara
Bhikkhu Kheminda

PERAYAAN KATHINA NASIONAL 2555BE/2011
MINGGU/ 30 OKTOBER 2011
Pukul 13.00 Wib S/D SELESAI
LT. V YANGLIM PLAZA - MEDAN

Merupakan Kesempatan baik tulus berdana di bulan yang penuh berkah berupa 4 (empat) kebutuhan pokok para Bhikkhu yaitu : jubah, makanan, obat-obatan dan tempat tinggal.

SEGERA PESAN SEKARANG PAKET DANA KATHINA sbb :
Paket Jubah Lengkap @Rp.1.000.000,-/set
Paket Jubah + Obat Obatan @Rp.600.000
Paket Obat - Obatan @Rp.300.000
Paket Kebutuhan sehari - hari & Makanan @Rp. 100.000
Paket Dana Partisipasi @Rp.50.000

PEMESANAN PAKET HUB.
Sdra. Panir 081376726345
Sdri. Yen Yen 061- 4555586
KANTOR MBI Jl. Bambu II, Komp.Graha Niaga Blok A No.2 Medan

DAPAT DISAMPAIKAN VIA TRANSFER
BCA A/C 8000737799 AN. MAJELIS BUDDHAYANA INDONESIA
Mohon cantumkan angka 11 pada bagian akhir nominal dana
Cth : Rp. 100.011
Setelah transfer segera Konfirmasikan via SMS ke 085277309621
Nama & Jumlah dana/Keterangan paket Kathina

KET. LOKASI PEMESANAN PAKET
RM. VEGETARIAN DI KOTA MEDAN
VIHARA BUDDHAYANA KOTA MEDAN

Sabbe Satta Bhavantu sukhitatta.... sadhu3x

Mettacittena,
Sangha Agung Indonesia (SAGIN)
MBI

Saturday, 15 October 2011

Dokumentasi Perayaan Kathina ITBC Medan

Perayaan Kathina pada hari Sabtu, 15 Oktober 2011 Medan.
di ITBC Medan.
Jl. Cemara Boulevard Utara No.I Komplek Cemara Asri -
Medan 20317 Sumut.

BATISALA UTAMA daya muat umat sekitar 800 orang.


tampak sisi kanan batisala utama (umat wanita)

tampak sisi kiri batisala utama (umat pria)



Batisala depan dengan daya muat 300 orang.


tampak sisi luar sebelah kanan batisala depan.

tampak sisi kiri luar batisala depan.

Batisala depan dengan altar di dalam menggunakan proyektor.


Penyerahan Jubah kepada Sangha segera dimulai.

ini mc nya~



Penyerahan jubah kepada Bhante oleh Panitia.


Buku Y.M Bhante Khemanando siap dibagikan kepada Umat secara gratis.

Antrian umat terlihat berjejer sepanjang Batisala untuk berdana kepada Anggota Sangha.

Antrian umat tampak di pintu depan masuk Batisala utama.


Umat berdana kepada Anggota Sangha.


Umat berdana kepada Anggota Sangha.


Turut hadir Rama Rudi Hardjon Dhammarajadasa.


Buku ketiga Y.M Bhante Khemanando "Terapi Hati Menurut Buddha Dhamma"


video sekilas moment perayaan Kathina ITBC.





Sumber : happydhamma

Wednesday, 12 October 2011

Perayaan HUT I Dharma -Cakra Buddhist Centre




Medan, (Analisa). Dharma-Cakra Buddhist Centre (DCBC) yang diresmikan pada 10 Oktober 2010 lalu, merayakan ulang tahun pertamanya, Minggu (9/10), di Jalan KL Yos Sudarso Lk XIV, Kompleks Cilincing Indah Medan.
Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB diawali dengan kebaktian sakralisasi Dharmasala baru di lantai I DCBC yang dipimpin YM Bhikku Punnajato Thera bersama 7 Bhikku dan 5 Samanera Sangha Agung Indonesia dan diikuti ratusan umat Buddha yang memadati Dhamma-Sala dan pekarangan Dharma-Cakra Buddhist Centre. Kemudian disusul dengan pesan pesan Dhamma YM Bhikku Khemanando.

Selanjutnya acara pemotongan nasi tumpeng berbentuk Stupa dan kue tart oleh para Bhikku Sangha serta penyerahan piagam penghargaan kepada para donator oleh Romo Pandita Zulkifli S Ag (Ketua Yayasan Vihara Dharma-Cakra Buddha Medan).

Semakin maju

Sementara YM.Bhikku Pannasami di depan ratusan umat-Nya mengatakan, semoga Dharma-Cakra Buddhist Centre (DCBC) ini akan semakin maju dari tahun ke tahun berikutnya dan semakin bertambah umatnya sehingga semakin banyak orang yang dapat lebih memahami dan lebih mempraktikkan Cinta - Kasih dalam kehidupan sehari harinya sesuai dengan ajaran Sang Buddha.

Acara perayaan ini juga diramaikan dengan atraksi barongsai dan grup kesenian tuna netra dari Tanjung Morawa serta kegiatan donor darah bekerja sama dengan RS Colombia Asia.

Perayaan Ultah ini juga dihadiri anggota DPRD Sumut – Brilian Moktar, Presiden Rotary Club Deli Medan Kencana Salim (Bie Bie) beserta ratusan umat Buddha dan organisasi Buddhist lainnya.

Sementara itu drg Merry Susyana selaku Ketua Panitia Perayaan Ultah mengucapkan terima kasih kepada para sukarelawan, Pengurus DCBC, Muda Mudi DCBC yang telah meluangkan waktu dan tenaganya serta para donator yang telah menyumbang dalam kegiatan ini .(rel/nai)
sumber : analisadaily.com

Perayaan Kathina Dana ITBC



Medan, (Analisa). Keluarga Besar Indonesia Theravada Buddhist Centre (ITBC) menggelar acara Perayaan Kathina Dana, Sabtu (15/10) pukul 19.00 WIB yang di pusatkan di ITBC Jalan Boulevard Utara No. 1, Cemara Asri, Medan.
Acara tersebut dihadiri Y.M. Bhikkhu Jinadhammo Mahathera dan Y.M. bhikkhu Khemanando (selaku kepala ITBC) beserta beberapa bhikkhu dan samanera lainnya.

Keluarga Besar ITBC mengundang saudara/i sedhamma untuk bersama-sama merayakan hari Kathina.

Hari Kathina merupakan hari bakti umat Buddha sebagai rasa syukur dan terima kasih kepada para bhikkhu yang telah melaksanakan masa vassa. Hari Kathina juga merupakan suatu momen yang baik dimana untuk umat Buddha melakukan perbuatan (dana) kepada Sangha. Waktu ini digunakan oleh para bhikkhu untuk mengganti jubah baru untuk menggantikan jubah lama. Biasanya dihari Kathina umat Buddha mempersembahkan empat kebutuhan pokok untuk para bhikkhu atau parikkhara yaitu. Civara (jubah). Pindapata (makanan). Senasana (tempat tinggal) dan Bhesajja (obat-obatan).

Upacara Kathina sangat penting karena disaat inilah akan terlihat kemanunggalan antara Sangha dan umat Buddha. Mereka saling asuh, asih dan asah demi solidaritas dan kelanggengan Buddhasasana (ajaran Buddha) di dunia ini.

Perayaan Kathina ini merupakan berkah termulia bagi kita semua, bahwasanya kita saat ini masih bisa melakukan perbuatan bajik ini. Dan kebaikan-kebaikan inilah yang menjadi modal utama kita untuk menentukan cita-cita luhur kita nantinya. Seperti yang pernah diucapkan oleh Sang Buddha bahwa "Berdana kepada Sangha mempunyai nilai Dhamma yang jauh lebih tinggi dibanding dengan berdana kepada seorang Bhikkhu atau bahkan kepada pribadi Buddha sendiri".

Sudah merupakan suatu kewajiban bagi umat Buddha untuk selalu melestarikan Ajaran Buddha, seperti halnya memperingati hari-hari penting di dalam Buddhasasana. Salah satu hari penting tersebut adalah hari Kathina.

Sebelumnya Keluarga Besar ITBC menggelar acara Pavarana di ITBC Jalan Boulevard Utara No. 1, Cemara Asri, Medan, Rabu (12/11).

Vassa

Sehari setelah diperingatinya hari Asalha puja sebagai hari Dhamma dan terbentuknya Sangha, para bhikkhu Sangha memasuki masa vassa atau musim hujan (rain retreat-red).

Selama vassa ini para bhikkhu Sangha tidak diperkenankan keluar vihara seperti hari-hari biasanya. Seandainya ada seorang bhikkhu yang mempunyai suatu urusan yang harus ia lakukan maka ia dapat meninggalkan tempat tinggalnya tidak lebih dari tujuh hari dan bertekad kembali pada hari tersebut.Para bhikkhu tinggal disuatu tempat dimana mereka bertekad untuk bervassa selama tiga bulan.

Pavarana

Akhir dari vassa disebut dengan pavarana. Pavarana adalah hari uposatha yang sangat spesial bagi para bhikkhu, dimana dihari tersebut para bhikkhu mengundang yang lainnya untuk memberikan nasehat kepadanya atas perbuatan-perbuatannya yang keliru.

Jumlah bhikkhu yang dibutuhkan adalah lima bhikkhu atau lebih dinamakan Sangha Pavarana. Untuk melakukan upacara ini Sangha biasanya berkumpul di ruang Uposathagara, yang biasanya digunakan untuk pembacaan patimokkhasila. (rel/yes)

sumber : analisadaily.com

Peringatan Vassa ke 42 Y.M.Bhante Jinadhammo Mahatera


Namo Buddhaya, Vihara ITBC mengundang Bapak/Ibu/Sdr/i seDhamma yang berbahagia untuk menghadiri peringatan ke 42 Vassa pengabdian Yang Mulia Bhante Jinadhammo Mahathera, di Indonesia Theravada Buddhist Centre (ITBC), Jl.Cemara boulevard Utara No.1 , Telp : 061-91692269, Komplek Cemara Asri - Medan Sumatera-Utara, INDONESIA.
pada Hari: SABTU, Tanggal: 5 NOVEMBER 2011, Pukul: 17.00 WIB- Selesai
Terima kasih atas perhatiannya Anumodana.. Informasi Lebih lanjut Dapat menghubungi : 0811.612.926 Bp Edy (Ketua Panitia)

Grand Launching Buku "Kebijaksanaan Kuno untuk Masyarakat Modern"


Medan, (Analisa). Indonesia Vidya Carita (IVC) merupakan suatu tim yang terbentuk dari sebuah ide untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan buku-buku Dhamma dan buku pengetahuan sehingga dapat mempermudah bagi umat Buddha yang ingin melakukan pelimpahan jasa (kebajikan).
Saat ini IVC telah menerbitkan beberapa buku antara lain Nasihat untuk Rahula, Kisah-kisah Jataka tentang Pahala, Agganna Sutta dan Wanita-wanita Agung Murid Sang Buddha. Kali ini, IVC akan meluncurkan buku "Kebijaksanaan Kuno untuk Masyarakat Modern" & Talk Show yang akan diselenggarakan, Minggu (23/10) di Medan.

Ketua Panitia, Bety, S.H. menyampaikan, "Pada acara peluncuran perdana ini, panitia mengundang Pembimas Agama Buddha, Sangha dari Tradisi Theravada, Mahayana dan Tantrayana, tokoh agama Buddha, Romo/Ramani Pandita, Dosen/Guru Agama Buddha dan para umat Buddha yang berbahagia untuk bersama-sama mengikuti acara ini . Semoga acara ini dapat mempererat tali persahabatan sesama umat dari berbagai tradisi dan bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari".

Acara kesenian

Panitia pelaksana kegiatan akan mengadakan serangkaian acara kesenian oleh Persaudaraan muda-mudi Vihara Dharma Wijaya, Dragon Sister & Jaya Manggala Group dan membuka stan buku dan aksesoris Buddhis. Sebagai puncak acara akan diadakan acara Talk Show bersama Phurbu Tashi Rinpoche (dari Amerika) dan Y.M. Bhikkhu Khemanando (Ketua Indonesia Theravada Buddhist Centre) dengan moderator Handaka Vijjananda (Ehipassiko Foundation, Jakarta), katanya.

Lama Phurbu Tashi Rinpoche dilahirkan di Tibet pada tahun 1973, Beliau dikenal sebagai seorang "tulku" atau Lama inkarnasi dari Wihara Bo Gangkar. Lama menerima pendidikan monastik awal di Wihara Gangkar dan Beliau kemudian melanjutkannya di sekolah Wihara Palpung selama dua tahun. Biksu yang menjalankan praktik meditasi ini belajar dari beberapa guru di India, Sikkim dan Nepal.

Lama pada akhirnya menerima pendidikan di Institut Nalanda di India dan mendapat kesuksesan yang gemilang sebagai seorang pelajar Buddhis. Dengan pengabdian yang telah diperbaharui, Lama menjalankan retret tradisional selama tiga tahun, tiga bulan dan tiga hari di bawah bimbingan Y.A. Bokar Rinpoche.

Setelah menyelesaikan retretnya, Beliau menjadi guru retret selama tiga tahun. Beliau menulis sebuah buku mengenai vegetarianisme, yang direkomendasikan oleh Y.A. Dalai Lama dan Y.A. Karmapa Orgyen Trinle Dorje dengan menegaskan pentingnya pesan yang disampaikan oleh penulis. Lama kemudian hijrah ke Amerika Serikat dan kini menetap serta mengajar di Annapolis, Maryland.

Untuk memperoleh undangan dan informasi lebih lanjut mengenai acara peluncuran tersebut ataupun mengenai kiprah IVC, Anda dapat langsung mendatangi sekretariat IVC di Komplek Multatuli Indah Blok C no.18, Medan.(Bety SH 0811652026). (rel/ir)
sumber : analisadaily.com

Saturday, 8 October 2011

Tips Sabar Dan Mengendalikan Kemarahan- Ajahn Brahm



Tips Sabar Dan Mengendalikan Kemarahan


Dari sebuah tulisan Ajahn Brahm, dikatakan bahwa: Semakin sering kita melampiaskan nafsu dan amarah, semakin besar kecenderungan batin untuk mengulanginya.

Begitupula, semakin sering kita melatih atau mengembangkan sati (perhatian murni/ kewaspadaan), cinta kasih, kesabaran, pengendalian diri, konsentrasi, usaha benar, perbuatan baik melalui pikiran, ucapan dan jasmani, dan semua kualitas batin yan baik lainnya; maka semakin besar pula kecenderungan batin untuk mengulanginya tanpa disengaja alias alami. Tampaknya, akumulasi kebiasaan bisa membentuk karakter dan karakter menentukan kebahagiaan dan masa depan.

Ada beberapa tips untuk mengendalikan kemarahan:


1. Bangun KOMUNIKASI bukan kemarahan.
Tegas tapi bukan kebencian. Berorientasi pada tujuan (goal oriented) dengan cara yang bijak, taktis dan cerdik.
Contoh: Saat menghadapi kriminal/ penjahat yang mengancam keselamatan dan tidak bisa diajak kompromi, kita boleh membentaknya untuk menakuti atau menghalau mereka, tanpa kebencian. Kalau terpaksa "melumpuhkannya", hanya sekedar "melumpuhkannya" tanpa kebencian atau niat jahat.


2. Kembangkan SATI (perhatian/kewaspadaan), perenungan Dhamma, atau WELAS ASIH setiap saat.
Mengembangkan SATI, melaksanakan Vipassana Bhavana, penuh kesadaran terhadap gerak-gerik jasmani dan batin (perasaan & pikiran) yang timbul lenyap dan berubah-ubah seenaknya, tidak memuaskan, tidak bisa diandalkan, bukan diri, bukan kita, bukan milik kita; semata fenomena dengan sifat, prilaku dan kondisi penunjangnya sendiri yang khas dan alami (anicca, dukkha, anatta).

3. MEMAKLUMI
bahwa kita dan para makhluk pada umumnya masih diliputi kegelapan batin AVIJJA dlm bentuk LOBHA (keserakahan, kehausan), DOSA (kebencian) dan MOHA (ketidaktahuan, kelengahan). Juga dengan mengingat bahwa sesungguhnya semua makhluk diliputi penderitaan, anicca, dukkha dan anatta; diharapkan kita bisa menumbuhkan welas asih, rasa MAHA MAKLUM dan pengampunan atas "keanehan, ke-tidakmasukakal-an" yang ada pada mereka.

4. Mengingat BUDI BAIK atau kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan orang yang sedang membuat kita marah.

5. Mengingat AKIBAT BURUK dari kemarahan, baik pada diri sendiri, orang yg kita cintai, bahkan juga musuh kita. (Akibat buruk di masa sekarang maupun yang menanti di masa depan)

6. YONISO MANASIKARA
mengarahkan pikiran pada hal-hal yang bermanfaat dan positif, tidak memberi perhatian atau mengingat hal-hal yang menimbulkan kemarahan, merenungkan Tilakkhana, Berkah Utama dan 8 Kondisi Duniawi (Note: Sabar dan memiliki batin yang tak mudah tergoncangkan oleh suka duka, untung rugi, dipuji dicela, terkenal tak terkenal termasuk berkah utama)

7. Diam/berkata dg intonasi yang lembut, dan memancarkan metta karuna, dapat meredakan kemarahan seseorang.
Setidaknya bertahan untuk diam, menunda mengambil keputusan yang "gegabah" saat sedang marah, membuat kita tidak menyesal kemudian.

8. Merenungkan sifat mulia Buddha, Dhamma, Sangha seperti kebijaksanaan sempurna, welas asih, kesabaran dan pengampunan tanpa batas, kebajikan dan kelurusan atau kemurnian tanpa cela, dsb.




9. Merenungkan bahwa diri sendiri dan setiap makhluk adalah pewaris karmanya masing-masing.
Laksana orang yang baru sembuh dari penyakit menahun atau yang baru terbebas dari hutang setelah sekian lama, kemudian dia bersorak, bersyukur, merasa gembira, lega, bersemangat untuk melakukan hal-hal bermanfaat yang selama ini ingin ia kerjakan, bersemangat untuk memulai kembali segalanya dengan cara yg lebih cerdik, bijak, dan waspada; begitulah hendaknya kita bersikap saat menghadapi akibat karma buruk yang tengah berbuah*.

10. Merenungkan bahwa setiap makhluk suatu hari pasti akan mati.

11. Bergaul dengan para bijaksana, gemar belajar dan mencintai Dhamma.

12. Melatih ANAPANASATI (untuk melatih kekuatan kewaspadaan/ sati dan konsentrasi/ samadhi) dan/ atau metta bhavana.
Dalam Kayagatasati Sutta dikatakan bahwa melakukan perenungan terhadap badan jasmani (termasuk bermeditasi ANAPANASATI) bila dikembangkan akan menghasilkan banyak buah, diantaranya mampu sabar menahan kata-kata kasar.


Seandainya suatu hari kita terlanjur marah, jangan kecil hati dan jangan gelisah karena itu. Karena yang pasti kita sudah lebih baik dari hari-hari kemarin. Berbahagialah. Yang penting minta maaf dan bertekad tidak mengulangi perbuatan tersebut, serta hendaknya kita tetap mempertahankan ketenangan batin & konsentrasi, serta mengembangkan WELAS ASIH untuk tetap... MAJU TERUS... memanfaatkan setiap momen dengan mengasihi, berbagi, berkarya dan berlatih.

Nanti saya bahagia oleh Ajahn Brahm


Nanti saya bahagia oleh Ajahn Brahm

Ketika saya masih berumur 14 tahun, saya belajar untuk menghadapi ujian 0-level di sebuah sekolah tinggi di London. Orang tua dan guru-guru saya menasehati saya agar berhenti bermain sepakbola pada sore hari dan akhir pekan,
dan mengerjakan PR saja di rumah. Mereka menerangkan betapa penting-nya ujian 0-level tersebut dan jika saya lulus, Nanti saya akan bahagia.

Saya mengikuti nasihat mereka dan lulus dengan baik sekali. Tetapi itu tidak membuat saya bahagia sekali, Karena keberhasilan saya berarti bahwa saya harus belajar lebih keras lagi, selama 2 tahun lagi untuk mempersiapkan ujian A-level.

Orang tua dan guru-guru menasehati saya agar berhenti berkeluyuran pada sore hari dan akhir pekan,kalau dulu di minta berhenti mengejar-ngejar bola, sekarang diminta untuk berhenti mengejar-ngejar cewek. Di rumah saja.

mereka berkata Betapa penting nya ujian A-level dan kalau saya lulus nanti, maka saya akan bahagia.

Sekali lagi saya mengikuti nasihat mereka dan berhasil baik. dan sekali lagi tidak membuat saya benar-benar bahagia, karena Sekarang saya harus belajar dengan keras selama 3 tahun lagi jauh lebih keras dari sebelumnya untuk gelar universitas.

Ibu dan para guru ( saat itu ayah sudah meninggal ) menasehati saya agar menjauhi bar dan pesta kampus, melainkan belajar saja dengan tekun, Mereka berkata betapa penting nya gelar sarjana dan jika saya berhasil maka ,nanti saya akan bahagia.


Sampai di titik itu, saya mulai curiga.


Saya melihat beberapa teman yang lebih senior, Yang telah belajar dengan tekun dan meraih gelar sarjana. Sekarang mereka bahkan bekerja lebih keras lagi untuk pekerjaan pertama mereka.
Mereka bekerja demikian keras untuk menabung sejumlah uang untuk membeli mobil. Mereka berkata "Saat tabungan saya cukup untuk membeli sebuah mobil, Nanti saya akan bahagia."

Ketika mereka sudah punya cukup dana dan telah membeli mobil pertama-nya, Mereka masih saja tidak bahagia. Sekarang mereka bekerja lebih keras untuk membeli sesuatu yang lain. dan setelah itu mereka akan bahagia. Atau mereka berjuan gigih dalam gelora percintaan, mencari teman hidup.
mereka berkata kepada saya "Saat saya menikah dan sudah mapan, Nanti saya akan bahagia."

Begitu menikah, Mereka masih saja tidak bahagia. Mereka harus bekerja lebih keras lagi, bahkan mencari kerja sampingan untuk menabung cukup banyak untuk uang muka sebuah rumah kecil.
Mereka berkata "Saat, kami sudah punya rumah sendiri, Nanti kami akan bahagia."

Sayang-nya membayar cicilan bulanan untuk rumah kredit berarti mereka masih tidak bahagia. Lebih-lebih mereka akan membangun sebuah keluarga. Mereka akan mempunyai anak-anak yang menyedot simpanan mereka. Dan mereka melipatgandakan kekhawatiran mereka. Seakrang mungkin perlu 20 tahun lagi untuk mencapai apa yang mereka inginkan, lalu mereka berkata
"ketika anak-anak sudah besar, Keluar dari rumah dan mandiri. Nanti kami akan bahagia."

Saat anak-anak sudah keluar dari rumah, kebanyakan orang tua sudah memasuki masa-masa pensiun, lalu mereka terus menunda kebahagiaan mereka, bekerja keras untuk tabungan hari tua, mereka berkata "ketika saya sudah pensiun, nanti saya akan bahagia"

Bahkan sebelum mereka pensiun, dan tentunya juga setelahnya mereka mulai menjadi religius dan pergi ke tempat ibadah.

Pernahkah anda perhatikan berapa banyak orang tua memenuhi bangku-bangku ditempat ibadah?....

saya bertanya kepada mereka, Mengapa mereka sekarang pergi ke Tempat ibadah.
Mereka berkata "karena saat saya mati, Nanti saya akan bahagia. "

Bagi mereka yang percaya bahwa "Saat saya mendapatkan ini, Nanti saya akan bahagia.".. kebahagiaan mereka hanyalah menjadi impian masa depan.
Seperti halnya kaki pelangi yang terlihat satu atau dua langkah di depan, namun selamanya tidak bisa digapai.

Didalam hidup atau bahkan setelah hidup. Mereka tidak akan pernah mewujudkan kebahagiaan.

Yang Sudah Selesai, Ya Sudah Selesai Oleh Ajahn Brahm



Yang Sudah Selesai, Ya Sudah Selesai
Oleh Ajahn Brahm


Musim hujan di Thailand berlangsung dari bulan Juli – Oktober. Selama periode tersebut, para Bhiksu berhenti bepergian, menghentikan semua pekerjaan proyek, dan mencurahkan diri sepenuhnya untuk belajar dan bermeditasi. Periode tersebut disebut “wassa” atau penyunyian musim hujan”.

Beberapa tahun yang lalu di Thailand selatan, seorang kepala wihara terkenal membangun sebuah aula baru di wihara hutannya. Saat wassa tiba, dia menghentikan seluruh pekerjaan proyek dan memulangkan tukang-tukangnya. Ini adalah saat untuk hening di wiharanya.

Beberapa hari berikutnya seorang pengunjung datang, menyaksikan bangunan setengah jadi, dia bertanya kepada kelapa wihara, kapan aulanya akan selesai. Tanpa ragu-ragu, sang Bhiksu berkata, “Aulanya sudah jadi.”

“Apa maksud Anda dengan ‘aulanya sudah jadi’?” tanya balik si pengunjung. “itu belum ada atapnya, tak ada pintu atau jendela, banyak potongan kayu dan kantong semen berserakan. Apakah Anda akan membiarkannya begitu saja? Apa yang Anda maksud ‘aulanya sudah jadi’?”

Kepala wihara tersenyum dan menjawab lirih, “yang sudah selesai ya sudah selesai,” dan diapun beranjak pergi untuk bermeditasi.

Itulah satu-satunya cara untuk melaksanakan penyunyian atau rehat. Jika tidak demikian, pekerjaan kita tak akan pernah selesai.

Sumber :
Buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya
108 Cerita Pembuka Pintu Hati
Oleh Ajahn Brahm
Hal. 11

Taman Kuil Oleh Ajahn Brahm



Taman Kuil
Oleh Ajahn Brahm


Kuil-kuil Buddhis di Jepang terkenal akan taman-tamannya.
Beberapa tahun yang lampau, terdapatlah sebuah kuil
yang membanggakan tamannya sebagai taman tercantik, diantara semuanya.
Para pelancong berdatangan dari pelbagai penjuru negeri
hanya untuk mengagumi penataannya yang elok,
yang begitu indah dalam kesederhanaannya.

Suatu ketika, seorang biksu tua datang berkunjung.
Dia tiba pagi-pagi sekali, persis setelah fajar.
Dia ingin menyelidiki mengapa taman itu dianggap sebagai
yang paling mengilhami;
jadi dia menyembunyikan dirinya di balik semak yang besar,
dengan sudut pandang yang bagus ke arah taman.


Dia melihat seorang biksu muda muncul dari kuil dengan
membawa dua keranjang anyaman untuk berkebun.
Selama tiga jam, dia memerhatikan biksu muda itu,
yang dengan hati-hati memungut setiap daun
dan ranting yang berjatuhan
dan pohon persik yang tersebar di tengah-tengah taman.

Setiap kali memungut daun dan ranting,
si biksu muda menaruhnya di atas tangannya yang lembut,
memeriksanya dan mempertimbangkan,
dan jika dia menyukai daun dan ranting itu,
dia akan meletakkannya ke dalam salah satu keranjang.
Jika dia merasa daun atau ranting itu tidak berguna baginya,
dia akan membuangnya ke dalam keranjang kedua, keranjang sampah.

Setelah mengumpulkan dan mencermati setiap daun dan ranting,
dia mengosongkan keranjang sampah diatas gundukan di belakang kuil,
dia berhenti sejenak untuk minum teh
dan menata pikiran untuk tahap penting berikutnya.

Si biksu muda melewatkan waktu tiga jam lagi,
dengan penuh perhatian, dengan hati-hati, dengan penuh keterampilan,
menaruh setiap daun dan ranting pada tempat yang semestinya di taman itu.

Jika dia merasa tidak puas dengan posisi sebuah ranting,
dia akan menggeser atau memindahkannya sedikit,
dan sembari tersenyum puas,
dia akan berpindah ke daun berikutnya,
memilih bentuk dan warna yang tepat untuk ditaruh di taman.

Perhatiannya terhadap hal-hal rinci sungguh tak tertandingi.
Penguasaannya atas seni menyusun bentuk dan warna sangat luar biasa.
Pemahamannya akan keindahan alaam begitu tinggi.
Saat dia menyelesaikan pekerjaannya, taman itu terlihat apik sekali.

Kemudian sang biksu tua melangkah masuk ke dalam taman.
Dari balik senyum gigi ompongnya, dia memberi ucapan selamat
kepada si biksu muda.

“Pekerjaan bagus! Pekerjaan sangat bagus, Yang Mulia!
Saya telah mengintip Anda sepanjang pagi.
Ketekunan Anda layak dipuji setinggi langit.
Dan taman Anda…Yah!
Taman Anda nyaris sempurna…”

Wajah biksu muda itu berubah pucat.
Tubuhnya jadi kaku serasa disengat kalajengking.
Senyum kepuasannya tergelincir dari wajahnya
dan jatuh terguling ke jurang besar kehampaan.
Di Jepang, Anda tak akan pernah bisa yakin dengan seringai
seorang biksu tua.

“Ma…mak…maksud Anda apa?” dia tergagap ketakutan.
“Ap… apa yang Anda maksud ‘nyaris sempurna’?
dan dia menjatuhkan diri di kaki si biksu tua.

“Oh,Tuan! Oh,Guru! Kasihanilah saya.
Anda pasti telah dikirim oleh Buddha
untuk menunjukkan kepada saya bagaimana membuat
taman saya benar-benar sempurna.
Ajarkan saya, oh, Sang Bijak! Tunjukkanlah jalannya!”

“Anda benar-benar ingin saya menunjukkannya?”
tanya sang biksu tua dengan mimik purbanya yang mengerut usil.

“Oh,ya. Mohon. Tolong, Guru!”

Lalu sang biksu tua melangkah ke tengah-tengah taman.
Dia merangkulkan lengan-lengannya yang tua namun masih kuat itu
ke batang pohon persik yang rimbun.

Lantas, diiringi dengan gelak membahana seorang suci,
dia mengguncang-guncangkan pohon yang malang itu!
Dedaunan, ranting dan kulit pohon berserakan dimana-mana,
dan masih saja biksu tua itu mengguncang-guncangkan pohon itu.
Ketika tak ada lagi dedaunan yang jatuh, barulah dia berhenti.

Si biksu muda terperanjat.
Taman menjadi kacau balau. Kerja kerasnya sepagian jadi sia-sia belaka.
Rasanya dia ingin membunuh biksu tua itu,
namun sang biksu tua hanya melihat sekeliling untuk mengagumi hasil karyanya.

Lalu, dengan sebuah senyum yang meluruhkan amarah,
dia berkata lembut kepada si biksu muda,

“Sekarang taman Anda barulah benar-benar sempurna.”

Sumber :
Buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya
108 Cerita Pembuka Pintu Hati
Oleh Ajahn Brahm
Hal. 8 – 10

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More